TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi membuka ruang baru bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan mereka.
Melalui Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, partai ini meluncurkan program bertajuk Indonesia Muda Bicara di Aula Kantor DPTP PKS, Rabu (21/1/2026).
Program yang diinisiasi oleh Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa DPP PKS ini bukan sekadar seremoni biasa. Kholid menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari refleksi atas kekuatan anak muda yang mampu mengguncang opini publik, seperti yang terlihat pada aksi massa Agustus 2025 silam.
Dalam arahannya, Kholid menyoroti bagaimana kanal media sosial telah mengubah anak muda menjadi opinion maker yang sangat berpengaruh.
Kekuatan jempol dan keberanian bersuara di dunia maya terbukti mampu menggerakkan massa dan menjaga nalar kritis bangsa.
"Selama anak-anak muda tidak merasa tertahan dan tidak dilingkupi rasa takut untuk berbicara, maka demokrasi di Indonesia akan tetap hidup," ujar Kholid dengan optimis.
Menyadari potensi besar tersebut, PKS memosisikan diri bukan sebagai guru, melainkan sebagai teman diskusi.
Lewat Indonesia Muda Bicara, PKS ingin menyediakan wadah bagi para pemuda untuk menyampaikan pandangan mereka secara sistematis, cerdas, dan kontekstual.
"PKS ingin menjadi teman untuk berbicara, teman untuk menyampaikan pandangan. Silakan manfaatkan forum ini untuk menyelaraskan pikiran-pikiran kita secara jenius dan berbobot," tambah Kholid.
Kholid menekankan bahwa ia tidak ingin Indonesia Muda Bicara hanya menjadi agenda musiman atau sekadar formalitas organisasi.
Harapannya, inisiatif ini mampu bertransformasi menjadi gerakan yang mengakar di kalangan anak muda di seluruh penjuru Indonesia.
Dengan diluncurkannya wadah ini, PKS mengajak generasi muda untuk kembali percaya diri bahwa suara mereka memiliki tempat dan mampu membawa perubahan nyata bagi demokrasi tanah air.
Sumber: Tribunnews.com