JAKARTA — Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa, Aang Kunaifi, menekankan pentingnya para aktivis kampus melanjutkan jalan pengabdian setelah lulus dari perguruan tinggi. Menurutnya, pengabdian aktivis tidak boleh berhenti di lingkungan kampus, melainkan harus berlanjut melalui penguatan kerja-kerja sosial dan kontribusi kebangsaan.
“Setelah menyelesaikan studi di kampus, para aktivis dapat bergabung dengan partai politik. Peta jalan pengabdian aktivis itu jelas, dari kampus menuju masyarakat dan bangsa,” ujar Aang.
Ia menilai, bergabung dengan partai politik dapat memberikan dua manfaat sekaligus, yakni memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat serta mematangkan kapasitas kepemimpinan. “Bergabung dengan partai politik membuat mereka memperoleh dua hal sekaligus: mengabdi kepada masyarakat dan bersiap menjadi pemimpin bangsa,” lanjutnya.
Namun, Aang menyadari tidak semua partai politik mampu menyediakan manfaat tersebut. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat hanya dapat dilakukan bila partai politik menjalankan politik pelayanan. Sementara itu, pematangan kapasitas kepemimpinan hanya bisa diperoleh jika partai politik menjadi ekosistem bertumbuh yang didukung kaderisasi berjenjang dan berkelanjutan.
“Kaderisasi bagi anggota partai politik dapat menguatkan idealisme sekaligus mengasah kapabilitas. Para mantan aktivis mahasiswa yang serius ingin bertumbuh pasti membutuhkan ekosistem yang tepat, bukan hanya semangat,” ungkapnya.
Aang juga menegaskan bahwa politik tidak semestinya selalu dipahami secara negatif. Ia menyebut politik sebagai alat yang nilainya ditentukan oleh orientasi dan praktik para pelakunya. “Politik itu tidak kotor; politik hanyalah alat. Sebagai alat, politik bisa dipakai untuk melayani atau sekadar untuk transaksi dan pencitraan,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong para aktivis yang jenuh terhadap praktik politik transaksional dan pencitraan untuk mengambil sikap yang lebih konstruktif: mencari ruang politik yang sehat atau membangun kultur politik pelayanan di mana pun mereka berada.
“Jika para aktivis muak dengan politik transaksional dan politik pencitraan, mereka bisa mencari partai yang menerapkan politik pelayanan. Atau, jalankan politik pelayanan di partai mana pun mereka berlabuh. Bahkan, mereka juga dapat mendirikan partai politik sendiri sesuai idealisme dan visi yang diperjuangkan,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Aang Kunaifi saat menghadiri deklarasi Partai Gema Bangsa di Jakarta Convention Center, Jakarta, 17 Januari 2026.